Berziarah ke kubur adalah amalan yang menenangkan hati.
Di sana kita diingatkan bahwa dunia hanyalah sementara,
dan setiap nama yang tertulis di batu nisan pernah memiliki mimpi seperti kita.
Namun sebagian orang terkadang melangkah terlalu jauh —
dari ziarah yang seharusnya penuh doa dan tadabbur,
menjadi tabarruk, yaitu mencari berkah atau pertolongan dari penghuni kubur.
Padahal keduanya sangat berbeda.
Mari kita pahami batasannya, agar ziarah kita tetap beradab, berpahala, dan lurus di atas sunnah.
🕌 Ziarah Kubur: Sunnah yang Diajarkan Rasulullah ﷺ
Ziarah kubur adalah ibadah yang dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ.
Tujuannya untuk mengingat kematian dan mendoakan orang yang telah wafat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Dulu aku melarang kalian berziarah kubur.
Sekarang berziarahlah, karena ziarah dapat mengingatkan kalian kepada akhirat.”
(HR. Muslim, no. 977)
📖 Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan:
“Tujuan ziarah kubur adalah mengambil pelajaran, melembutkan hati, dan mendoakan penghuni kubur.”
(Syarh Shahih Muslim, 7/46)
Jadi, ziarah kubur adalah ibadah yang luhur.
Ia bukan ritual kosong, tapi dialog ruhani antara yang hidup dengan yang telah berpulang —
dalam bentuk doa dan salam.
🌿 Tabarruk di Kubur: Mencari Berkah dari Selain Allah
Istilah tabarruk (تَبَرُّك) berarti mencari berkah.
Namun bila dilakukan di kubur dengan mengusap batu nisan, mencium pusara, atau berharap terkabulnya hajat dari penghuni kubur,
maka hal itu termasuk perbuatan yang tidak disyariatkan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Janganlah kalian jadikan kuburanku sebagai tempat perayaan,
dan janganlah kalian menjadikan rumah sebagai kubur.
Bershalawatlah kepadaku, karena shalawat kalian sampai kepadaku di mana pun kalian berada.”
(HR. Abu Dawud, no. 2042)
💬 Syaikhul Islam Ibn Taymiyyah rahimahullah berkata:
“Tabarruk di kubur dengan mengusap, mencium, atau berdoa kepada penghuni kubur adalah perbuatan bid’ah,
bahkan bisa menyeret kepada kesyirikan.”
(Majmu’ Fatawa, 27/79)
🌸 Batasan yang Jelas antara Ziarah dan Tabarruk
Agar tidak keliru, berikut panduan praktis membedakan antara ziarah yang sunnah dan tabarruk yang terlarang:
🌿 1. Tujuan dan Niat
- Ziarah kubur dilakukan untuk mengingat kematian, menundukkan hati, dan mendoakan yang wafat.
- Tabarruk di kubur dilakukan untuk mencari berkah, meminta kesembuhan, rezeki, atau hajat dunia dari penghuni kubur.
🌿 2. Cara dan Perbuatan
- Dalam ziarah, seseorang berdiri sopan, memberi salam, membaca doa, atau Al-Fatihah, lalu berdoa kepada Allah.
- Dalam tabarruk, seseorang mengusap, mencium, atau menempelkan tubuh ke nisan, bahkan meminta hajat langsung di kubur.
🌿 3. Dalil dan Hukumnya
- Ziarah diperintahkan Nabi ﷺ dan disepakati ulama sebagai sunnah yang penuh hikmah.
- Tabarruk tidak diajarkan Nabi ﷺ dan bisa menjadi pintu menuju kesyirikan.
🌿 4. Fokus Doa dan Keyakinan
- Ziarah: doa ditujukan kepada Allah untuk kebaikan mayit.
- Tabarruk: doa atau permintaan ditujukan kepada penghuni kubur — ini menyimpang dari tauhid.
🌿 Adab Ziarah Kubur yang Diajarkan Sunnah
Agar ziarah menjadi ibadah yang benar dan berpahala, berikut adab-adabnya:
1️⃣ Datang dengan niat berdoa dan mengingat kematian, bukan meminta sesuatu.
2️⃣ Mengucapkan salam dan doa seperti yang diajarkan Rasulullah ﷺ:
“Assalamu’alaikum ahlad-diyari minal mu’minin wal muslimin…”
3️⃣ Tidak duduk di atas kubur, tidak melangkahi nisan.
4️⃣ Tidak berdoa langsung kepada penghuni kubur, tapi memohon kepada Allah agar mengampuni mereka.
5️⃣ Berpakaian sopan dan menjaga kesucian tempat.
📖 Imam Malik rahimahullah menegaskan:
“Ziarah kubur bukan untuk meminta, tetapi untuk mendoakan.”
(Al-Muwaththa’, 1/239)
🌸 Mengapa Perbedaan Ini Penting?
Karena niat kecil bisa mengubah arah ibadah besar.
Ziarah bisa berpahala besar bila sesuai sunnah,
tapi bisa jadi salah arah bila diiringi keyakinan keliru.
“Yang kita hormati bukan tanah kubur, tapi doa di atasnya.” 🌿
💫 Kesimpulan
✅ Ziarah kubur disunnahkan, untuk mengingat kematian dan mendoakan yang telah wafat.
🚫 Tabarruk di kubur dilarang, karena dapat mengandung unsur syirik dan berlebihan.
✅ Doa dan ziarah yang benar harus ditujukan hanya kepada Allah.
📞 Al Azhar Heritage Memorial Garden menjaga tradisi ziarah yang beradab dan sesuai syariat —
tanpa tabarruk, tanpa kesyirikan,
hanya doa, dzikir, dan ketenangan di taman keabadian.
🌿 “Berziarahlah dengan ilmu dan niat yang lurus,
agar kunjunganmu menjadi ibadah, bukan kebiasaan yang menyimpang.”

Baca Artikel Lainnya
Bolehkah Membuat Nisan? Inilah Batasan dan Adabnya Menurut Islam
Bolehkah Memindahkan Makam Pasangan Suami-Istri? Inilah Penjelasan Syariat dan Adabnya
Doa Paling Mulia untuk Ahli Kubur: Warisan Cinta dari yang Masih Hidup



