Ketika Perencanaan Syariah Harus Lebih Dari Sekadar Angka: Sebuah Renungan untuk Agen Asuransi dan Financial Planner Muslim

Wahai Para Pengemban Amanah, Bukankah Kita Ingin Menyempurnakan Ikhtiar Umat?

Ada profesi yang Allah muliakan bukan karena komisinya,
bukan karena rankingnya,
tetapi karena amanah yang ia jaga.

Dan Anda — para agen asuransi syariah dan perencana keuangan syariah —
termasuk di dalamnya.

Anda bukan penjual polis.
Anda adalah penjaga keluarga.
Anda adalah penenang hati.
Anda adalah penunjuk jalan ketika manusia sedang genting dalam hidupnya.

Tetapi ada satu renungan kecil yang pelan-pelan datang
ketika kita melihat lebih dekat pada pekerjaan kita:

“Apakah edukasi keuangan syariah yang selama ini saya berikan sudah lengkap…
atau masih ada ruang yang belum saya sentuh?”

Pertanyaan ini penting. Karena jawabannya menentukan apakah dakwah kita sudah benar-benar menyentuh ujung perjalanan manusia.


🌿 1. Selama Ini Kita Menjaga Masa Depan… Tetapi Kita Lupa Bagian yang Paling Dekat

Para agen asuransi syariah ahli membicarakan:

  • waris, hibah, dan proteksi,
  • wakaf produktif,
  • ketahanan finansial,
  • mitigasi risiko,
  • dan masa depan keluarga.

Namun ada satu bagian dari “perencanaan syariah keluarga” yang tidak pernah kita sentuh:

Perencanaan rumah terakhir.

Kita bicara tentang hidup,
tapi kita hampir tidak pernah bicara tentang akhir hidup.

Kita bicara tentang melindungi aset,
tapi kita jarang bicara di mana jasad keluarga akan diistirahatkan.

Kita bicara tentang waris,
tapi kita jarang membahas bagaimana pemakaman dilakukan
tanpa kebingungan, tanpa panik, tanpa kehinaan.

Padahal setiap perencanaan syariah itu
berakhir pada satu muara:

👉 memuliakan jenazah dan memudahkan keluarga saat duka.

Jika bagian itu kosong,
maka perencanaan itu sebenarnya belum utuh.


🌿 2. Jakarta, Bekasi, Depok — Kota-Kota yang Tidak Lagi Menjanjikan Makam Layak

Ketika nasabah bertanya tentang waris, wakaf, atau proteksi,
apakah kita juga bertanya:

“Jika nanti beliau wafat, apakah keluarganya tahu di mana beliau akan dimakamkan?”

Nyatanya:

  • TPU penuh
  • sistem tumpang
  • area makam bersebelahan dengan sampah
  • nisan hilang
  • banjir merendam liang lahat
  • keluarga bingung mencari tempat saat duka datang

Di sinilah lubang besar edukasi umat terlihat jelas:
kaum muslimin tidak punya perencanaan makam.

Dan siapa yang bisa mengedukasi mereka?

Anda.

Karena Anda sudah berdiri di hati mereka.
Sudah dipercaya keluarga.
Sudah diundang masuk ke diskusi paling sensitif: kematian.


🌿 3. Menanggalkan Ego, Menyambut Amanah Baru

Saya tahu profesi Anda mulia.

Ada kebanggaan:
“Perencana Keuangan Syariah.”
“Financial Consultant.”
“Agen Asuransi Syariah.”

Tetapi kadang jubah kebesaran itu
menutupi satu kenyataan:

👉 Ada dakwah yang lebih besar menunggu di sisi lain,
dan itu bukan tentang portofolio keuangan…

tetapi tentang kehormatan jenazah seorang muslim.

Perencanaan makam bukan pekerjaan “jualan”,
bukan turun kelas,
bukan keluar dari industri.

Justru ini penyempurna profesi Anda.
Sebuah bab baru dalam dakwah finansial syariah.

Anda tidak sedang menambah produk.
Anda sedang melengkapi amanah.


🌿 4. Al Azhar Memorial Garden — Alat Dakwah yang Membuat Anda Ditunggu Keluarga

Ketika Anda berbicara:

“Pak, Bu… perencanaan syariah keluarga Anda sudah sangat baik.
Izinkan saya membantu melengkapi satu hal yang sering dilupakan —
agar keluarga tidak panik saat mencari makam nanti.”

Itu bukan penjualan.
Itu pertolongan.
Itu penyelamatan.

Dan Anda akan merasakan sesuatu yang ajaib:

Keluarga-keluarga akan lebih hormat kepada Anda.
Anda bukan hanya agen.
Anda adalah penjaga kehormatan terakhir mereka.


🌿 5. Anda Sedang Membuka Pintu Surga untuk Diri Sendiri

Bayangkan:

  • keluarga tidak panik,
  • jenazah dimakamkan dengan syariah,
  • tidak bercampur non-muslim,
  • tidak ditumpuk,
  • tidak dekat sampah,
  • tidak hilang,
  • dirawat selamanya,
  • dan doa anak-anak terus mengalir…

Bukankah itu amal jariyah tak terhingga?

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, ia mendapat pahala seperti pelakunya.”

Setiap keluarga yang Anda selamatkan dari kekacauan pemakaman,
setiap anak yang menemukan kubur ayahnya bersih dan layak,
setiap istri yang bisa berziarah dengan tenang…

Semua itu kembali kepada Anda.


🌿 6. Penutup — Waktunya Menjadi Lebih dari Sekadar Agen

Anda tidak diajak bergabung.
Anda tidak dipaksa masuk ke industri baru.
Anda tidak disuruh meninggalkan profesi Anda.

Anda hanya diajak membuka pintu yang selama ini tertutup
dalam edukasi syariah:

👉 pintu pemuliaan jenazah
👉 pintu adab syariah
👉 pintu ketenangan keluarga
👉 pintu dakwah
👉 pintu amal jariyah

Dan ketika Anda memegang pintu itu,
Anda akan merasakan sesuatu di dalam hati:

“Inilah yang seharusnya juga saya ajarkan sejak dulu.”

“Inilah yang membuat perencanaan syariah saya akhirnya utuh.”

Dan perlahan…
tanpa diminta…
hati mereka akan berkata:

“Saya ingin menjadi bagian dari ini.”

🌿
Untuk Anda, para pejuang kebaikan —
semoga Allah mampukan langkah Anda untuk menjaga umat dari awal hingga akhir perjalanan hidup mereka.

Baca Artikel Lainnya :

Fakta Mengejutkan: 70% TPU di Jakarta Tidak Bisa Menjamin Makam Tetap Selamanya

Menjadi Memorial Partner Al Azhar Memorial Garden: Misi Mulia di Tengah Krisis Pemakaman Jakarta

3–5 Tahun Lagi Jakarta Krisis Makam Total: Apa yang Harus Dilakukan Keluarga Muslim?

Saat Kita Lupa Mempersiapkan Pulang: Renungan Tentang Makam, Syariah, dan Ketenangan Keluarga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Open chat
Assalaamualaikum Wr. Wb.

Mohon informasi tentang kavling makam Al-Azhar. Terima Kasih.