Sebagian orang mungkin menganggap menyiapkan makam lebih awal sebagai tanda pesimis.
Padahal bagi orang beriman, itu justru bukti cinta yang paling jujur — kepada diri sendiri, kepada keluarga, dan kepada Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Orang yang cerdas adalah yang menundukkan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati.”
(HR. Tirmidzi, no. 2459)
Menyiapkan makam bukan berarti mengundang kematian.
Ia adalah bentuk kesadaran dan kesiapan menghadapi ketetapan Allah — dengan tenang, penuh tanggung jawab, dan kasih.
Berikut lima alasan mengapa menyiapkan makam sebelum ajal datang justru menjadi bukti cinta sejati.
🌿 1️⃣ Karena Kematian Adalah Pasti, Waktunya Tak Pernah Diketahui
Setiap hari kita melihat berita duka,
namun jarang yang benar-benar mengingat bahwa kita pun akan tiba di giliran itu.
Allah ﷻ berfirman:
“Setiap jiwa akan merasakan mati.”
(QS. Ali Imran: 185)
Ayat ini bukan untuk menakut-nakuti,
tapi untuk menyadarkan — bahwa hidup hanyalah perjalanan,
dan setiap perjalanan yang bijak harus disiapkan dengan baik.
Menyiapkan makam berarti menyambut kepastian dengan tenang.
Seperti seseorang yang menyiapkan rumah baru,
kita hanya sedang menyiapkan tempat kembali — dengan penuh kesadaran dan tawakal.
🌸 2️⃣ Agar Keluarga Tidak Terbebani Saat Berduka
Kematian datang tiba-tiba.
Dan yang paling berat bukan hanya kehilangan,
tapi kebingungan keluarga dalam mengurus pemakaman.
Tidak sedikit keluarga yang harus:
- Mencari lahan di tengah malam,
- Bingung dengan biaya dan administrasi,
- Atau bahkan berpencar karena lahan pemakaman penuh.
Padahal semua itu bisa dihindari dengan satu keputusan sederhana: menyiapkan lebih awal.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tinggalkanlah untuk ahli warismu dalam keadaan cukup, itu lebih baik daripada mereka meminta-minta kepada manusia.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Menyiapkan makam adalah bentuk kasih —
agar keluarga tidak repot, tidak panik, dan bisa fokus pada doa, bukan urusan administratif.
Itulah cinta sejati: mendahulukan ketenangan mereka bahkan setelah kita tiada.
🌿 3️⃣ Karena Kehormatan Setelah Mati Sama Pentingnya dengan Kehormatan Saat Hidup
Islam mengajarkan untuk memuliakan manusia sejak lahir hingga wafat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya memecahkan tulang orang mati sama seperti memecahkannya ketika hidup.”
(HR. Abu Dawud, no. 3207)
Hadis ini menegaskan:
bahwa jenazah memiliki hak atas kehormatan dan tempat yang layak.
Menyiapkan makam lebih awal berarti memastikan bahwa:
- Jenazah tidak dikuburkan sembarangan,
- Tidak ditumpuk atau dipindahkan,
- Dan berada di tempat yang terhormat, bersih, dan menghadap kiblat.
Bagi seorang ayah, ibu, atau anak yang berbakti,
ini adalah wujud cinta yang elegan — menjaga kehormatan hingga akhir hayat.
🌸 4️⃣ Karena Menyiapkan Makam Adalah Bagian dari Fardhu Kifayah
Pemakaman seorang muslim termasuk fardhu kifayah —
kewajiban kolektif umat Islam untuk memandikan, mengkafani, menshalatkan, dan memakamkan.
Namun sayangnya, banyak keluarga yang belum siap,
hingga kewajiban ini menjadi beban emosional dan sosial.
Dengan menyiapkan makam lebih awal,
kita memudahkan pelaksanaan fardhu kifayah itu —
dan bahkan membantu orang lain agar tidak kesulitan di saat genting.
Allah ﷻ berfirman:
“Dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.”
(QS. Al-Hasyr: 18)
Ayat ini bukan hanya ajakan untuk beramal,
tetapi juga untuk berperencanaan hidup dan mati dengan bijak.
🌿 5️⃣ Karena Surga Rindu pada Hamba yang Siap Menghadap Allah
Bagi orang beriman,
kematian bukan ketakutan, melainkan pertemuan dengan Sang Kekasih.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa yang senang bertemu dengan Allah, maka Allah pun senang bertemu dengannya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Menyiapkan makam lebih awal bukan tanda takut,
tetapi tanda rindu bertemu Allah dengan persiapan yang terbaik.
Di situlah letak cinta sejati kepada Sang Pencipta —
bukan hanya dengan doa dan ibadah, tapi dengan kesiapan dan ketenangan.
🌸 Menyiapkan Makam: Tanda Cinta, Bukan Ketakutan
Banyak orang menghindar membicarakan makam karena dianggap menyeramkan.
Padahal, justru yang takut mati adalah mereka yang belum siap.
Menyiapkan makam di tempat yang baik dan sesuai syariat,
seperti di Al Azhar Memorial Garden, adalah langkah spiritual yang penuh makna:
- Setiap makam menghadap kiblat,
- Dikelola dengan standar syariah dan kehormatan,
- Terjaga kebersihan dan keindahannya,
- Ada area keluarga dan royal family, agar tetap berdampingan dengan yang dicintai.
Itu bukan kemewahan,
melainkan perwujudan kasih sayang yang beradab dan beriman.
🌤️ Penutup: Ketika Cinta Tak Lagi Butuh Kata
Menyiapkan makam lebih awal bukanlah sekadar keputusan duniawi.
Ia adalah bukti cinta yang hidup bahkan setelah kita mati.
Cinta yang tidak berhenti di rumah dan harta,
tapi sampai ke tempat terakhir kita akan kembali.
Mungkin kita tak bisa memilih kapan ajal datang,
tapi kita bisa memilih bagaimana kita meninggalkan dunia —
dengan tenang, terhormat, dan penuh cinta.
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang cerdas,
yang menyiapkan diri dan keluarga dengan iman,
agar saat dunia usai,
kita berpindah ke rumah abadi dengan senyum dan keridhaan-Nya. 🤲🏻

Baca Arikel Lainnya :
Adab Islam dalam Menjaga Makam: Antara Ziarah, Kebersihan, dan Doa
Memindahkan Makam Orang Tua: Antara Larangan dan Kemaslahatan dalam Islam
Bolehkah Satu Kubur Dipakai Kembali? Tinjauan Fiqih dan Adab Islam
Dua Jenazah Satu Kubur: Antara Darurat dan Pelanggaran Adab Pemakaman



