Kita Hebat Merapikan Banyak Hal dalam Hidup
Menarik sekali melihat kebiasaan manusia.
Kita rajin merapikan banyak hal:
- merapikan kamar tidur,
- membereskan meja kerja,
- menata ulang isi kulkas,
- menyusun ulang lemari pakaian,
- mengganti sprei agar segar,
- membersihkan dashboard mobil,
- atau sekadar menyusun ulang playlist agar hidup lebih nyaman.
Hal-hal kecil itu memberi rasa nyaman yang luar biasa.
Hidup terasa rapi, pikiran terasa enak.
Ada kepuasan tersendiri ketika semuanya tertata.
1. Kita Suka Kerapihan Karena Hati Suka Ketenangan
Semakin dewasa seseorang,
semakin ia sadar bahwa ketenangan hidup tidak datang dari hal besar,
tetapi dari:
- hal-hal yang rapi,
- hal-hal yang terkelola,
- dan keputusan-keputusan yang tepat waktu.
Kita merasa lebih “aman” ketika semua dalam kendali.
Itulah sebabnya banyak orang:
- menyiapkan tabungan masa depan,
- menabung untuk perjalanan ibadah,
- mengatur waris,
- menyimpan dokumen keluarga dengan rapi,
- bahkan mencatat rencana liburan setahun sebelumnya.
Ketenangan adalah kebutuhan jiwa.
Dan kerapihan adalah bagian dari ketenangan.
2. Sampai Kita Menyadari Ada Satu Ruangan Kehidupan yang Tidak Pernah Kita Rapikan
Ada satu bagian dalam hidup
yang hampir tidak tersentuh.
Bukan karena tidak penting,
tapi karena kita jarang mau membicarakannya.
Bagian itu adalah:
👉 rencana “pulang”.
Atau bahasa lain yang lebih halus:
👉 persiapan rumah terakhir kita.
Jarang dibahas
bukan karena tidak perlu,
tapi karena terasa berat.
Padahal, dari semua ruang dalam hidup,
inilah ruang yang paling pasti akan kita masuki.
Dan ketika ruang itu tidak tertata,
keluargalah yang akan merasakan kepanikannya.
3. Kota-Kota Kita Membuat Ruang Itu Semakin Mendesak untuk Disiapkan

Jakarta, Depok, Bekasi—
kota-kota sibuk yang kita cintai ini
mengajarkan satu kenyataan pahit:
ruang hidup padat,
dan ruang akhir semakin sempit.
Data menunjukkan:
✔ TPU sudah hampir penuh
✔ sebagian besar hanya menerima tumpang
✔ banyak area rawan banjir
✔ beberapa lahan bercampur agama
✔ pengurusan sering memakan waktu lama
✔ 3–5 tahun lagi banyak area benar-benar kehabisan lahan
Ini bukan asumsi.
Ini kenyataan.
Dan saat seseorang wafat,
keluarga biasanya harus:
- mencari makam ke 3–5 lokasi,
- menunggu berjam-jam,
- menghadapi birokrasi,
- menerima lokasi seadanya,
- dan berziarah ke tempat yang kurang layak.
Bukan karena tidak mampu.
Karena lahan tidak tersedia.
4. Menjadi Relate: Kita Merapikan Banyak Hal Kecil… Tapi Urusan Terpenting Justru Dibiarkan Menggantung
Ironis, bukan?
Perencanaan:
- liburan
- pengeluaran bulanan
- sekolah anak
- investasi
- gaya hidup
- perabot rumah
- bahkan skincare
disiapkan dengan rapi.
Tapi rumah terakhir—
yang menentukan adab, syariah, dan ketenangan keluarga—
dibiarkan tanpa rencana.
Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:
“Orang yang paling cerdas adalah yang paling banyak mengingat kematian
dan mempersiapkan diri untuk setelahnya.”
(HR. Tirmidzi)
Bukan memikirkan kematian setiap hari,
tapi merapikan “ruangan terakhir” sebelum waktunya tiba.
5. Lalu, Di Mana Kita Bisa Menyiapkan Ruangan Itu Dengan Tenang?
Di tengah kota yang sesak,
ada satu tempat yang betul-betul menjaga adab,
syariah, dan ketenangan keluarga:
🌿 Al Azhar Memorial Garden
Bukan sekadar pemakaman,
tapi taman hijau yang memuliakan perjalanan pulang.
Keunggulannya bukan “kemewahan”,
tapi ketertiban adab:
✔ 100% muslim
✔ tidak tumpang
✔ tidak dilangkahi (ada walkway)
✔ menghadap kiblat
✔ perawatan selamanya
✔ landscape seindah taman keluarga
✔ sangat nyaman untuk lansia dan kursi roda
✔ pengurusan cepat & profesional
✔ lingkungan yang membuat ziarah seperti terapi jiwa
Inilah tempat yang membuat keluarga berkata:
“Alhamdulillah, semuanya tenang…
hati kami tidak bertambah sedih.”
Penutup —Kadang Kita Merapikan Banyak Hal untuk Hidup…
Tapi Ketenangan Sebenarnya Datang dari Menata ‘Pulang’

Tidak ada yang salah dengan:
- menata rumah kita,
- mempercantik ruang tamu,
- mengganti sofa,
- menyiapkan rencana liburan.
Semua itu bagian dari syukur.
Tetapi ada satu ruang dalam hidup
yang perlu ditata lebih dulu—
agar keluarga tidak kelabakan ketika hari itu tiba.
🌿
Menyiapkan rumah terakhir bukan tentang kematian.
Ini tentang kerapihan hidup,
tentang ketenangan keluarga,
dan tentang cinta yang tidak terputus sampai akhir zaman.
Dan Al Azhar Memorial Garden
adalah ruangan yang tertata rapi
untuk perjalanan pulang yang penuh hormat dan kedamaian.
Baca Artikel Lainnya :
Siapa pun yang Mencintai Keluarganya Perlu Memahami Pemakaman — Inilah Alasannya
“Apakah Makam Itu Mahal? Renungan Tentang Nilai, Syariah, dan Ketenangan Keluarga”
Depok dan Terbatasnya Lahan Makam: Edukasi Penting untuk Keluarga Muslim



