Depok dan Terbatasnya Lahan Makam: Edukasi Penting untuk Keluarga Muslim

Ketika Kota Metropolis Menyimpan Masalah yang Sunyi

Di balik riuhnya aktivitas harian di Kota Depok,
terdapat kenyataan yang sering terabaikan: ketersediaan lahan makam yang makin menyusut.
Untuk banyak keluarga muslim, pertanyaan sederhana “di mana saya akan dimakamkan?”
tiba-tiba menjadi kecemasan yang nyata.

Dan ketika kecemasan itu datang bersamaan dengan duka,
bukan hanya rasa kehilangan yang muncul—
tetapi kebingungan, penyesalan, dan kehormatan yang terancam.


Fakta dari Lapangan: Lahan Makam Depok Kini Sangat Terbatas

Menurut liputan dari Radar Depok (28 Okt 2025), berikut data penting:

  • Di Kota Depok terdapat 13 TPU di bawah naungan Pemerintah Kota. Radar Depok
  • Kini tersisa ≈ 22,4 hektar lahan yang masih bisa menerima makam baru, dari total sebelumnya sekitar 40 hektar. Radar Depok
  • Empat lokasi utama yang masih terbuka:
    • TPU Kalimulya III (~3,8 ha → ±1.000 makam)
    • TPU Bedahan (~7 ha → ±3.000 makam)
    • TPU Pasir Putih (~8 ha → ±3.000 makam)
    • TPU Sawangan (~3,6 ha → ±1.000 makam) Radar Depok
  • Berbagai TPU lainnya dilaporkan sudah penuh dan praktik “tumpang” mulai diterapkan. Radar Depok
  • Tercatat pula insiden seperti turap ambrol di TPU Kalimulya 2, menandakan risiko lingkungan terhadap makam. Tempo

Artinya:
Keluarga muslim di Depok kini menghadapi kenyataan bahwa pilihan makam layak semakin terbatas, dan waktu untuk menunda semakin sempit.


Apa Artinya bagi Keluarga Muslim? Risiko yang Perlu Disadari

Ketika Anda atau orang tua Anda wafat,
bayangkan skenario berikut:

  • Kanal informasi sudah padat, tapi lahan makam sudah tertutup.
  • Keluarga bingung mencari lokasi; akhirnya memilih yang tidak layak.
  • Makam berada di daerah jauh, sulit diakses, atau dalam kondisi medan buruk.
  • Ziarah menjadi beban, bukan penghiburan.
  • Kehormatan jenazah bisa terancam karena tumpang, pengalihan lokasi, atau pengelolaan yang buruk.

Semua itu terjadi bukan karena rezeki kurang, tetapi karena perencanaan makam yang terlambat atau tidak ada sama sekali.

Islam mengajarkan bahwa pemakaman adalah bagian dari adab yang besar.
Ketika adab tidak dijaga—ketika jenazah diperlakukan tanpa kehormatan—kita sebenarnya telah melewatkan sebuah amanah.


Arah Edukasi untuk Keluarga : Memahami Tiga Pilar Utama Pemakaman Syariah

Untuk menuntun diskusi dengan keluarga, berikut tiga aspek penting yang harus semakin dikedepankan:

1. Pemakaman yang layak secara syariah

  • Jenazah segera dimakamkan.
  • Menghadap kiblat, dengan kedalaman dan posisi yang sesuai.
  • Tidak bercampur dengan non-Muslim.
  • Tidak dilangkahi, diduduki, atau dijadikan jalan.

2. Kondisi lahan lakukan minimal risiko

  • Memilih lokasi yang aman dari banjir, longsor, atau tumpang.
  • Memastikan akses ziarah mudah bagi keluarga, anak-cucu.
  • Memastikan masa panjang makam (tidak hanya sementara).

3. Perencanaan sejak dini

  • Melibatkan keluarga dalam diskusi.
  • Menyiapkan dana, lokasi, dan administrasi ketika masih sehat.
  • Memahami bahwa makam bukan sekadar lahan, tetapi bagian dari warisan batin dan doa.

🌿 Solusi yang Layak: Kenapa Al Azhar Memorial Garden Perlu Dipertimbangkan

Melihat kondisi di Depok, solusi privat yang terjamin menjadi relevan. Al Azhar Memorial Garden menghadirkan beberapa keunggulan:

  • Lingkungan pemakaman 100% muslim, terjaga dari tumpang dan pencampuran.
  • Kavling makam yang sudah direncanakan dengan adab syariah.
  • Perawatan jangka panjang agar makam tetap layak dan ziarah tetap nyaman.
  • Akses mudah, kondisi tanah aman, dan lokasi yang lebih terjamah dibanding TPU umum.
  • Edukasi pemakaman syariah yang terintegrasi bagi keluarga – bukan hanya jual kavling, tetapi solusi kehormatan.

Bagi keluarga di Depok yang khawatir akan pilihan makam ketika lahan umum makin sempit, opsi ini bisa menjadi bagian perencanaan yang menyeluruh — bukan menunda permasalahan, tetapi menghadirkan ketenangan.


🌸 Waktu Tidak Menunggu, Kehormatan Tidak Boleh Tertunda

Kota Depok boleh saja tumbuh pesat.
Rumah-rumah berdiri, sekolah menjulang, mall semakin ramai.
Tapi satu hal yang sering terlupa: tempat kita kembali setelah hidup ini.

Sebuah lahan kurang dari 23 hektar tidak sebanding dengan lautan doa yang ingin kita tinggalkan.
Waktunya bukan besok.
Waktunya adalah hari ini.

💬 “Jika bukan sekarang, kapan?
Jika bukan saya, siapa?”

Semoga keluarga Anda dimampukan merencanakan dengan bijak.
Semoga makam Anda kelak menjadi taman doa, bukan ladang tenteram yang terlupakan.

Baca Artikel Lainnya :

Ketika Perencanaan Syariah Harus Lebih Dari Sekadar Angka: Sebuah Renungan untuk Agen Asuransi dan Financial Planner Muslim

3–5 Tahun Lagi Jakarta Krisis Makam Total: Apa yang Harus Dilakukan Keluarga Muslim?

Fakta Mengejutkan: 70% TPU di Jakarta Tidak Bisa Menjamin Makam Tetap Selamanya

Saat Kita Lupa Mempersiapkan Pulang: Renungan Tentang Makam, Syariah, dan Ketenangan Keluarga

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Open chat
Assalaamualaikum Wr. Wb.

Mohon informasi tentang kavling makam Al-Azhar. Terima Kasih.