Fakta Mengejutkan: 70% TPU di Jakarta Tidak Bisa Menjamin Makam Tetap Selamanya

Sebuah Kenyataan yang Banyak Diabaikan

Ada satu fakta yang jarang diungkapkan, tetapi sangat menentukan masa depan keluarga kita:

Sebagian besar TPU di Jakarta tidak bisa menjamin makam tetap selamanya.

Hari ini kita masih bisa berziarah ke makam orang tua, kakek, atau nenek.
Namun apakah anak cucu kita nanti masih dapat menemukan makam kita?

Atau… apakah makam kita akan hilang, dipindah, ditumpuk, atau ditinggalkan karena berubah fungsi?

Pertanyaan ini tidak berlebihan.
Justru inilah realita pemakaman di kota besar seperti Jakarta — sebuah kota yang lahan kuburnya terus menyempit setiap tahun.


1. Fakta: 70% TPU Jakarta Sudah Penuh & Menggunakan Sistem Tumpang

Data dari berbagai laporan Dinas Pertamanan DKI menunjukkan bahwa:

  • Dari 80 TPU di Jakarta, 69 TPU sudah penuh dan hanya menerima makam tumpang.
  • Rata-rata makam hanya bertahan 3–5 tahun sebelum diganti, dirapikan ulang, atau dicari opsi tumpang baru.
  • Beberapa TPU populer sudah closed, hanya bisa menerima makam keluarga lama.
  • Ada TPU yang terpaksa menumpuk 2–3 jenazah dalam satu liang untuk menghemat lahan.

Di beberapa kawasan:

  • makam tidak bisa dirawat selamanya,
  • rumput dibiarkan tinggi,
  • nisan miring, hilang, atau tertutup tanah,
  • dan ada yang berada dekat TPS, selokan, bahkan area banjir.

Bahkan beberapa keluarga mengaku:

“Makam ibu saya hilang karena terkena perataan ulang.”

“Sudah tidak tahu lagi letaknya. Tanahnya berubah.”

Ini bukan cerita satu-dua orang.
Ini fenomena nyata.


2. Mengapa TPU Jakarta Tidak Bisa Menjamin Makam Tetap Selamanya?

Setidaknya ada 5 penyebab utama:


1. Lahan Jakarta sangat terbatas

Jakarta kota kecil dengan penduduk padat.
Setiap hari rata-rata 100–120 jenazah dimakamkan di TPU.

Dengan lahan terbatas dan terus menurun, pemerintah tidak mampu memberikan jaminan selamanya.


2. Sistem pengelolaan TPU adalah sistem penggunaan, bukan kepemilikan

Artinya:

  • TPU bukan milik pribadi,
  • hanya berstatus “izin pakai”,
  • dan dapat ditinjau ulang sesuai kebutuhan daerah.

Jika daerah padat, area makam bisa direlokasi.


3. Banyak TPU berada di lokasi banjir

Ini menyebabkan:

  • nisan tenggelam,
  • tanah turun,
  • kubur tidak bisa dikunjungi,
  • dan akhirnya dirapikan ulang.

4. Sistem tumpang diberlakukan untuk menghemat lahan

Dalam kondisi penuh, TPU hanya punya dua pilihan:

  • menolak jenazah,
  • atau tumpang.

Maka banyak keluarga akhirnya tidak punya pilihan selain menerima kondisi tersebut.


5. Tidak ada perawatan jangka panjang

TPU umum tidak memiliki:

  • perawatan rumput selamanya,
  • penataan lingkungan,
  • standar kebersihan permanen,
  • sistem adab ziarah,
  • atau kepastian lokasi tetap.

Inilah yang membuat makam mudah berubah atau hilang.


3. Dampak Besar bagi Keluarga Muslim: Ziarah Menjadi Sulit dan Doa Terhambat

Dalam Islam, ziarah bukan sekadar mengunjungi kubur.
Ziarah adalah:

  • mendoakan,
  • merenung,
  • mengingat akhirat,
  • menyambung rasa cinta.

Jika makam berada di:

  • tempat becek,
  • sempit,
  • dekat sampah,
  • rusak atau hilang,
  • atau ditumpuk…

Apakah hati kita tenang ketika berziarah?

Apakah anak cucu kita masih dapat datang mendoakan kita?

Lalu bagaimana jika mereka kehilangan lokasi makam karena diratifikasi ulang?

Bukankah doa anak yang saleh adalah amal yang terus mengalir?


4. Islam Memuliakan Jenazah — Bukan Sebatas Saat Hidup

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Memecahkan tulang mayit sama seperti memecahkan tulang orang hidup.”
(HR. Abu Dawud)

Hadis ini menunjukkan bahwa jenazah memiliki kehormatan penuh.
Karena itu jenazah tidak boleh:

  • ditumpuk seenaknya,
  • dikubur di tempat najis,
  • ditelantarkan,
  • dibiarkan hilang,
  • atau ditempatkan sembarangan.

Pemakaman adalah ibadah, bukan sekadar prosedur administratif.
Ia adalah amanah suci.


5. Solusi Keluarga Modern: Memilih Pemakaman yang Punya Kepastian Selamanya

Karena kondisi Jakarta tidak memungkinkan memberikan jaminan permanen di TPU,
banyak keluarga muslim kini mencari alternatif yang:

✔ terjamin selamanya
✔ tidak ditumpuk
✔ lingkungan 100% muslim
✔ perawatan abadi
✔ legalitas jelas
✔ ziarah nyaman
✔ adab syariah terjaga

Di sinilah Al Azhar Memorial Garden hadir sebagai solusi yang tenang dan terhormat.


6. Mengapa Al Azhar Memorial Garden Mampu Memberikan Kepastian Itu?

Karena AMG berdiri dengan 3 pilar:


🌿 1. Tanah wakaf khusus pemakaman Muslim

Artinya:

  • tidak bercampur non-Muslim,
  • tidak bisa dialihfungsi,
  • tidak bisa digusur,
  • tidak bisa ditumpang.

🌿 2. Perawatan selamanya — tanpa biaya tahunan

Inilah perbedaan paling signifikan dibanding TPU:

  • rumput dipotong rutin
  • jalur ziarah rapi
  • area bersih
  • pohon teduh
  • nisan tidak hilang

🌿 3. Kepastian syariah & kehormatan jenazah

AMG mengikuti:

  • kedalaman syariah,
  • arah kiblat,
  • posisi liang yang benar,
  • batu nisan standar sunnah,
  • adab pemakaman Islam,
  • tidak ada tumpang selamanya.

Ini bukan layanan, tetapi ibadah yang dimuliakan.


7. Penutup – Jangan Tunggu Makam Menjadi Sulit, Lakukan Perencanaan Hari Ini

Kita hidup di Jakarta yang:

  • lahan pemakamannya semakin sempit,
  • TPU semakin penuh,
  • sistem tumpang semakin umum,
  • dan tidak ada jaminan permanen.

Sementara kehidupan kita:

  • semakin mapan,
  • anak-anak tumbuh,
  • karier berjalan,
  • aset bertambah…

Tetapi rumah terakhir—
tempat kita tinggal jauh lebih lama dari rumah kita sekarang—
sering kali tidak pernah kita pikirkan.

Padahal pemakaman bukan soal harga.
Pemakaman adalah soal kehormatan, adab, dan cinta.

🌿
Al Azhar Memorial Garden
Tempat doa selalu menemukan alamatnya,
dan nama seseorang tidak hilang ditelan waktu.

Baca Artikel Lainnya :

Menjadi Memorial Partner Al Azhar Memorial Garden: Misi Mulia di Tengah Krisis Pemakaman Jakarta

3–5 Tahun Lagi Jakarta Krisis Makam Total: Apa yang Harus Dilakukan Keluarga Muslim?

Saat Kita Lupa Mempersiapkan Pulang: Renungan Tentang Makam, Syariah, dan Ketenangan Keluarga

Bagaimana Hukumnya Curhat di Kuburan? Renungan, Dalil, dan Sikap Terbaik Seorang Muslim Saat Berziarah

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Open chat
Assalaamualaikum Wr. Wb.

Mohon informasi tentang kavling makam Al-Azhar. Terima Kasih.