Renungan untuk Masa yang Tak Terjangkau
Kita membesarkan anak-anak agar mereka sukses.
Agar mereka mampu terbang tinggi, jauh melebihi langkah kita.
Dan di Jakarta — kota persaingan — seringkali yang berhasil
akan meninggalkan tanah kelahiran menuju tempat yang lebih menjanjikan.
Lalu suatu hari nanti,
ketika kita telah tidur panjang di dalam tanah,
dan anak cucu berpindah ke kota lain…
Siapa yang akan membersihkan daun kering di atas nama kita?
Siapa yang akan meluruskan batu nisan yang mulai miring?
Siapa yang akan datang membawa doa?
Apakah kita benar-benar bisa memastikan?
🕌 1. Kehidupan Berubah, Begitu Pula Prioritas Generasi
Hari ini kita adalah pusat dunia mereka —
namun beberapa puluh tahun ke depan,
kitalah yang menjadi cerita masa kecil.
Anak menua.
Cucu pindah sekolah.
Cicit bahkan tak mengenal nama kita.
Bukan karena tidak cinta,
tapi karena putaran waktu tidak pernah menunggu.
🌿 2. Jika Rumah Dunia Saja Bisa Berpindah…
Berapa banyak dari kita yang:
- lahir di satu kota,
- bekerja di kota lain,
- menua di tempat berbeda?
Rumah dunia saja berpindah-pindah.
Apalagi kubur yang sunyi?
Jika anak tidak lagi tinggal dekat makam kita,
ziarah pelan-pelan jadi jarang,
lalu hilang tanpa kita bisa meminta.
🕌 3. TPU Penuh: Ketika Waktu Menjadikan Kita Terdorong Pojok
Di banyak TPU Jakarta hari ini:
- kubur berdempetan,
- tidak ada jaminan abadi,
- ada kemungkinan tumpang setelah masa tertentu,
- dan jika keluarga jauh… kubur bisa jadi tak ada yang memerhatikan.
Kita bisa pergi dengan damai,
namun kubur kita bisa tak terawat jauh lebih cepat dari yang kita kira.
🌿 4. Kita Ingin Dimuliakan, Bahkan Setelah Mati
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Mematahkan tulang mayit seperti mematahkannya ketika hidup.”
(HR. Abu Dawud)
Ini menunjukkan:
- jenazah tetap memiliki kehormatan,
- kuburnya harus dijaga.
Jangan sampai kehormatan itu pudar
hanya karena tempatnya tidak terurus.
🕌 5. Al Azhar Memorial Garden: Penjaga Nama Kita Saat Generasi Berganti
Di sini, makam:
✅ terawat selamanya
✅ tidak ditumpang
✅ dikelilingi muslim
✅ menjadi tempat doa yang layak
✅ tetap indah meski keluarga jauh
Ketika cucu tidak sempat datang,
setidaknya rumput tetap dipangkas.
Ketika cicit tak mengenal nama kita,
setidaknya nama kita tetap terbaca.
Ketika keluarga berpindah kota,
kita tidak pernah ditinggalkan.
🌸 Penutup: Warisan Terakhir Bukan Harta — Tetapi Ketenteraman
Kita tidak pernah tahu di mana anak-anak kita menetap,
namun kita bisa memilih di mana kita menunggu hari kebangkitan.
Kita tidak bisa memastikan siapa yang datang setelah kita pergi,
namun kita bisa memastikan bahwa ketenangan tetap mengiringi kubur kita.
🌿
Al Azhar Memorial Garden adalah
tempat tubuh beristirahat,
dan doa tidak pernah kehilangan arah.
Karena cinta tidak harus selalu hadir,
tetapi harus selalu terjaga.

Baca Artikel lainnya
“Sebelum Memutuskan membeli Rumah Terakhir Anda: Pentingnya Survey ke Al Azhar Memorial Garden.”
Mengapa Kebersihan dan Keindahan Pemakaman Adalah Cermin Iman?
Doa Terakhir Seorang Ibu: “Jangan Kuburkan Aku di Tempat Sempit…”


