Dalam pandangan Islam, makam bukan sekadar tempat jasad dikuburkan.
Ia adalah tempat kehormatan, tanda kasih, dan pengingat kehidupan setelah mati.
Bagi orang beriman, menghormati makam berarti menghormati manusia yang telah kembali kepada Allah — dengan menjaga adab, kebersihan, dan mendoakannya dengan penuh cinta.
Rasulullah ﷺ mencontohkan kepada umatnya bahwa ziarah kubur adalah amalan yang penuh hikmah, bukan hanya untuk yang telah tiada, tapi juga bagi mereka yang masih hidup.
🌿 1️⃣ Ziarah: Menghidupkan Doa dan Kesadaran
Ziarah kubur adalah amalan yang disunnahkan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Kuntu nahaitukum ‘an ziyāratil-qubūr, fa zūrūhā, fa innahā tużakkirul-ākhirah.”
“Dulu aku pernah melarang kalian berziarah kubur, maka sekarang berziarahlah, karena ziarah kubur akan mengingatkan kalian kepada akhirat.”
(HR. Muslim)
Ziarah bukan sekadar datang dan menabur bunga.
Ia adalah perjalanan batin untuk mengingat kematian, mendoakan, dan menundukkan hati di hadapan Allah.
Ketika seseorang berdiri di depan makam orang tuanya, suami, istri, atau sahabatnya,
sebenarnya ia sedang berbicara kepada dirinya sendiri:
“Inilah ujung semua perjalanan, sudahkah aku siap bila tiba giliranku?”
🌸 Doa yang Diajarkan Rasulullah ﷺ Saat Ziarah Kubur
Rasulullah ﷺ mengajarkan doa penuh kelembutan ketika berziarah:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاَحِقُونَ، نَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ.
Latin:
Assalāmu ‘alaikum ahlad diyāri, minal mu’minīna wal muslimīn, wa innā in syā’ Allāhu bikum lāhiqūn, nas’alullāha lanā wa lakumul ‘āfiyah.Artinya:
“Semoga keselamatan tercurah atas kalian, wahai penghuni kubur dari kalangan orang beriman dan muslim. Kami, insya Allah, akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah keselamatan bagi kami dan bagi kalian.”
(HR. Muslim)
Doa ini mengandung tiga makna besar:
- Salam dan penghormatan bagi mereka yang telah mendahului.
- Kesadaran bahwa kita akan menyusul mereka.
- Doa keselamatan bersama agar kelak berkumpul di surga Allah.
🌿 2️⃣ Kebersihan Makam: Cermin Iman dan Adab
Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi kebersihan dan ketertiban.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan mencintai keindahan.”
(HR. Muslim)
Menjaga kebersihan makam termasuk bagian dari keindahan itu.
Karena kubur bukan sekadar tanah, tapi simbol kehormatan dan doa.
Sayangnya, masih banyak yang lalai.
Ada makam yang tertutup semak, ada yang dilangkahi, bahkan dijadikan tempat duduk.
Padahal Rasulullah ﷺ dengan tegas melarang hal itu.
Beliau bersabda:
“Janganlah salah seorang dari kalian duduk di atas kubur atau menginjaknya.”
(HR. Muslim)
Hadis ini menegaskan, makam bukan tempat bersenda gurau atau beristirahat.
Ia tempat penuh doa, ketenangan, dan penghormatan.
🌸 Etika Menjaga Kebersihan dan Keindahan Makam
- Jangan menginjak atau duduk di atas makam.
- Jaga agar rumput tidak menutupi nisan.
- Hindari coretan, gambar, atau tulisan berlebihan.
- Rapikan batu nisan dengan sopan tanpa mengubah arah kiblat.
- Jaga suasana tenang dan tidak berbicara keras.
Menjaga makam dengan bersih dan rapi bukanlah formalitas,
tetapi wujud iman dan penghormatan kepada saudara seiman.
🌿 3️⃣ Doa: Bahasa Cinta yang Tak Pernah Putus
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Apabila anak Adam meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”
(HR. Muslim)
Doa dari anak dan keluarga adalah hadiah terbaik untuk yang telah wafat.
Tidak ada harta, bunga, atau air mata yang sebanding dengan satu kalimat:
“Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, dan tempatkanlah dia di antara hamba-hamba-Mu yang saleh.”
Doa adalah jembatan antara dunia dan akhirat.
Dan di setiap kunjungan ke makam, doa itu menjadi tanda bahwa cinta tak berhenti di liang lahat.
🌺 Ziarah dan Kebersihan di Al Azhar Memorial Garden
Di Al Azhar Memorial Garden, nilai-nilai adab Islam dalam menjaga makam dijaga dengan sungguh-sungguh.
Setiap makam:
- Menghadap kiblat,
- Dikelola secara syar’i,
- Terawat rapi dan bersih,
- Dikelilingi taman hijau yang menenangkan,
- Memiliki area ziarah yang luas agar keluarga dapat berdoa dengan khusyuk.
Suasana tenang dan asri membuat ziarah menjadi ibadah yang menenteramkan hati, bukan hanya rutinitas.
Keluarga dapat berdoa dengan damai, tanpa gangguan, dalam suasana yang menghidupkan nilai-nilai Islam.
Menjaga makam di tempat seperti ini bukan sekadar fasilitas,
tetapi wujud penghormatan terakhir kepada orang yang kita cintai.
Dan setiap ziarah menjadi kesempatan untuk memperbarui iman dan kesadaran diri.
🌤️ Penutup: Makam Adalah Cermin Kehormatan
Menjaga makam adalah bagian dari menjaga kehormatan manusia.
Bukan hanya tentang tanah dan nisan,
tapi tentang bagaimana kita memuliakan ciptaan Allah — bahkan setelah ia kembali ke tanah.
Ziarah, kebersihan, dan doa adalah tiga pilar adab Islam yang menjadikan setiap pemakaman terasa hidup dengan makna.
Karena makam bukan tempat berakhirnya cinta, tetapi tempat di mana cinta diuji oleh waktu.
Semoga Allah menjadikan kita hamba yang menjaga adab terhadap yang hidup dan yang telah tiada,
serta mengumpulkan kita bersama orang-orang yang kita cintai di taman surga yang abadi. آمين 🤲🏻




