🌸 Pembuka: Ketika Angka-angka Itu Menjadi Kenyataan yang Menakutkan
Setiap tahun, ada kabar duka yang datang tiba-tiba:
teman sebaya, tetangga, saudara, atau kerabat yang dipanggil Allah.
Tetapi tidak banyak yang sadar bahwa bersama kabar duka itu,
ada satu masalah besar yang sedang mengintai Jakarta:
ketersediaan lahan makam semakin kritis.
Dalam rapat-rapat pemerintah daerah, laporan Dinas Pertamanan, dan berita-berita media besar, muncul angka yang membuat kita tercenung:
👉 Jika tidak ada solusi baru, Jakarta akan habis lahan makam dalam 3–5 tahun ke depan.
Ini bukan sekadar berita.
Ini adalah kenyataan yang akan membuat keluarga Muslim bingung, panik, dan bahkan berselisih ketika musibah datang.
🕌 1. Fakta Lapangan: Jakarta Memang Sedang Menghadapi “Darurat Makam”
Beberapa hal yang sudah terjadi saat ini:
❗ 1. Banyak TPU sudah penuh
Beberapa TPU di Jakarta:
- hanya menerima jenazah keluarga yang sudah dimakamkan dulu,
- atau harus melakukan sistem tumpang,
- atau harus mendapat izin khusus untuk menggantikan kubur yang lama.
Ini artinya keluarga tidak bebas memilih lokasi yang layak.
❗ 2. Banyak makam dipersingkat masa pakainya
Ada pemakaman yang:
- setelah 3 tahun harus dibongkar,
- setelah 5 tahun harus diganti,
- atau setelah tidak dirawat dianggap ‘ditinggalkan’ dan dipakai ulang.
Bagi keluarga yang sibuk dan tinggal jauh,
ini menjadi risiko yang menyedihkan.
❗ 3. Beberapa TPU berada di zona rawan banjir
Genangan air membuat:
- nisan rusak,
- tanah turun,
- makam becek,
- menyulitkan ziarah,
- dan mengurangi rasa hormat.
Karena Jakarta padat, banyak jenazah akhirnya dimakamkan: ditumpuk dan tempat yang kurang layak dan seadanya.
Apakah keluarga akan rutin berziarah jika tempatnya jauh dan tidak nyaman?
🌿 2. Mengapa Ini Berbahaya untuk Keluarga Muslim?
Kematian adalah ketetapan Allah,
tetapi kepanikan saat duka adalah akibat kelalaian manusia.
Bayangkan sebuah keluarga yang sedang menangis,
tetapi harus:
- mencari TPU yang masih ada slot,
- berdebat soal lokasi,
- mengurus izin di kantor kelurahan,
- mengeluarkan biaya mendadak,
- dan menerima kondisi makam yang tidak mereka harapkan.
Bukankah Rasulullah ﷺ mengajarkan agar:
jenazah disegerakan, dimuliakan, dan diperlakukan dengan adab?
“Segeralah kalian mengurus jenazah.”
(HR. Bukhari Muslim)
Bagaimana bisa cepat dan terhormat
kalau tempatnya saja belum jelas?
🕌 3. Apa yang Harus Dilakukan Keluarga Muslim Hari Ini?

Jawabannya bukan panik.
Dan bukan pula menunggu sampai semua TPU penuh.
Yang harus dilakukan adalah perencanaan dini.
✅ 1. Menyiapkan lokasi pemakaman sebelum musibah datang
Ini bukan hal baru dalam Islam.
Para ulama, sahabat, bahkan orang-orang saleh dahulu
sering menyiapkan tempat kuburnya sejak masih sehat.
Karena mereka tahu:
yang paling berat bukan meninggal,
tetapi membiarkan keluarga bingung saat kita wafat.
✅ 2. Memilih pemakaman yang terjaga adab & lingkungannya
Ini termasuk:
- lingkungan Muslim,
- tidak tumpang selamanya,
- tidak banjir,
- memiliki sistem perawatan jangka panjang,
- mudah diakses keluarga,
- tertata rapi dan nyaman untuk ziarah.
✅ 3. Menjaga kehormatan jenazah sesuai syariat
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Memecahkan tulang mayit sama seperti memecahkan tulang orang hidup.”
(HR. Abu Dawud)
Hadis ini menunjukkan:
- tidak boleh ditumpang,
- tidak boleh diinjak,
- tidak boleh ditelantarkan,
- tidak boleh diperlakukan sembarangan.
Karena itu kita perlu memilih tempat yang mampu menjaga kehormatan ini selamanya.
🌿 4. Mengapa Banyak Keluarga Beralih ke Al Azhar Memorial Garden?
Karena mereka ingin kepastian dan ketenangan.
Di Al Azhar Memorial Garden, keluarga mendapatkan:
🌿 1. Jaminan tidak tumpang selamanya
Makam Anda tidak akan diganti, dipindah, atau ditindih.
🌿 2. Perawatan seumur hidup (tanpa biaya tahunan)
Rumput dipotong, area dibersihkan, nisan dijaga.
🌿 3. 100% lingkungan Muslim
Ziarah menjadi ibadah yang penuh adab, bukan sekadar ritual.
🌿 4. Legalitas transparan dan aman
Tidak ada pungli, tidak ada masalah izin, tidak ada konflik lahan.
🌿 5. Ketenangan bagi generasi berikutnya
Anak, cucu, cicit:
semua akan tetap tahu lokasi makam dan mudah berziarah.
🕌 5. Renungan: Kita Tidak Bisa Menghindari Kematian, Tapi Bisa Menghindari Kepanikan
Allah berfirman:
“Setiap yang bernyawa pasti akan mati.”
(QS. Ali Imran: 185)
Kita tidak bisa mengubah takdir,
tetapi kita bisa mengubah kondisi keluarga saat takdir itu datang.
🌸 Pertanyaannya adalah:
❓ Apakah kita ingin keluarga tenang atau panik?
❓ Apakah kita ingin dimakamkan dengan terhormat atau sekadarnya?
❓ Apakah kita ingin ziarah yang menenangkan atau menyedihkan?
❓ Apakah kita ingin nama kita hilang atau tetap dijaga generasi berikutnya?
Krisis makam Jakarta adalah peringatan lembut dari Allah,
bukan untuk menakut-nakuti,
tetapi untuk membangunkan kesadaran.
Dan kesadaran itu akan mengantarkan kita pada keputusan yang benar.

🌿 Penutup: Jangan Menunggu 3–5 Tahun Lagi. Mulailah Hari Ini.
Saat TPU penuh,
ketika banjir merusak,
ketika lahan digusur,
ketika keluarga bingung…
Saat itu penyesalan sudah terlambat.
Perencanaan makam bukan tanda takut mati,
tetapi tanda menghormati hidup,
menghormati keluarga,
dan menghormati perjalanan pulang kepada Allah.
🌿
Al Azhar Memorial Garden
Tempat pulang yang memuliakan.
Tempat di mana doa selalu menemukan alamatnya.
Baca Artikel Lainnya :
Saat Kita Lupa Mempersiapkan Pulang: Renungan Tentang Makam, Syariah, dan Ketenangan Keluarga



